Cara Menentukan Harga Tas Custom

cara menentukan harga tas

Dalam dunia fashion dan merchandise, tas custom semakin diminati. Banyak pelaku usaha konveksi tas menawarkan layanan pembuatan tas sesuai permintaan pelanggan. mulai dari desain, bahan, hingga branding logo. Namun, salah satu tantangan terbesar bagi produsen adalah menentukan harga tas custom tersebut.

Menentukan harga tas custom membutuhkan perhitungan matang, mempertimbangkan biaya produksi, margin keuntungan, dan harga pasar. Artikel ini akan membahas secara lengkap langkah-langkah dan faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan harga tas custom.

1.Pahami Konsep Tas Custom

Tas Custom Merupakan Produk tas yang diproduksi khusus sesuai dengan permintaan pemesan. Produk ini umumnya digunakan untuk:

  • Merchandise perusahaan
  • Souvenir acara
  • Hadiah promosi
  • Koleksi pribadi dengan desain unik

Karena dibuat sesuai pesanan, harga tas custom biasanya berbeda dengan tas ready stock. Inilah yang membuat proses penentuan harga menjadi penting agar sesuai dengan kualitas dan nilai jual.

2.Faktor-Faktor Penentu Harga Tas Custom

cara menentukan harga tas

Menentukan harga tas custom tidak bisa sembarangan. Ada beberapa faktor yang perlu diperhitungkan:

  • Biaya Bahan Baku

Jenis bahan yang digunakan sangat mempengaruhi harga tas custom. Beberapa bahan populer dan kisaran harganya:

  • Kanvas – kuat, tahan lama, harga menengah
  • Polyester – ringan, tahan air, harga terjangkau
  • Kulit sintetis – terlihat mewah, harga lebih tinggi
  • Nylon – ringan, cocok untuk tas outdoor, harga bervariasi

Semakin Tinggi Kualitas Bahan yang digunakan, maka Semakin Tinggi Juga Harga tas tersebut.

  • Biaya Produksi

Meliputi ongkos jahit, cutting, printing, hingga finishing. Semakin rumit desain dan detailnya, semakin tinggi biaya produksi.

  • Desain dan Kustomisasi

Custom printing seperti sablon, bordir, atau digital printing memiliki biaya tambahan. Desain yang kompleks memerlukan waktu dan tenaga ekstra, yang tentunya berpengaruh pada harga.

  • Jumlah Pesanan (MOQ)

Custom printing seperti sablon, bordir, atau digital printing memiliki biaya tambahan. Desain yang kompleks memerlukan waktu dan tenaga ekstra, yang tentunya berpengaruh pada harga.

  • Biaya Packaging

Jika tas custom dikemas dalam box atau plastik khusus, biaya ini juga harus masuk dalam perhitungan.

  • Margin Keuntungan

Menentukan margin keuntungan adalah langkah penting agar bisnis tetap berjalan. Biasanya margin berada di kisaran 20–50% tergantung strategi penjualan.

3.Langkah-Langkah Menentukan Harga Tas Custom

Berikut adalah panduan praktis untuk menentukan harga jual tas custom:

 1. Hitung Total Biaya Produksi

rumus :

Biaya bahan yang digunakan  + Biaya potong, jahit, bordir + Biaya tambahan (printing, kemasan, dll) = Total biaya produksi

2. Tentukan Margin Keuntungan

Contoh :

Harga jual = Biaya produksi + (Biaya produksi × 30%)

Harga jual = Rp75.000 + (Rp75.000 × 30%) = Rp97.500

3. Sesuaikan dengan Harga Pasar

Lakukan riset harga dari kompetitor. Pastikan harga Anda kompetitif, namun tetap menguntungkan.

4.Contoh Perhitungan Harga Tas Custom

Misalkan Anda menerima pesanan tas kanvas custom dengan spesifikasi berikut:

  • bahan: Rp25.000
  • produksi: Rp25.000
  • printing: Rp5.000
  • Biaya kemasan: Rp3.000
    Total biaya produksi = Rp58.000

Dengan margin keuntungan 30%:

Biaya Produksi + (Biaya Produksi × 30%)

Rp58.000 + Rp17.400

Rp75.400 Jika dibulatkan menjadi Rp76.000 per tas

5. Tips Menentukan Harga Tas Custom yang Tepat

  • Jangan hanya meniru harga kompetitor – sesuaikan dengan kualitas dan keunikan produk Anda.
  • Tawarkan opsi paket harga – Bedakan harga antara pesanan dalam jumlah banyak dan eceran
  • Transparan dalam penawaran – jelaskan kepada pelanggan faktor yang mempengaruhi harga.
  • Gunakan kalkulator harga – untuk mempermudah perhitungan cepat.
  • Tingkatkan nilai tambah – seperti garansi jahitan atau desain gratis untuk pesanan besar.

6.Kesalahan Umum dalam Menentukan Harga Tas Custom

  • Menetapkan harga terlalu murah hingga mengorbankan kualitas dan keuntungan.
  • Mengabaikan biaya tersembunyi seperti ongkos kirim bahan atau listrik.
  • Mengabaikan tren pasar sehingga harga tidak relevan dengan kondisi saat ini.
  • Tidak Transparan dalam Menawarkan harga untuk klien besar.